Bismillah,,,
Tidak diragukan lagi kalau dosa maksiat itu adalah perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim, entah itu orang yang selalu istiqomah di atas kebaikan agamnya ataupun juga orang yang sering berbuat maksiat, bahkan orang yang sangat sdikit kebaikannya dan banyak kejelekanya, namun faktanya berapa orangkah yang selalu bisa menjaga diri dari perbuatan dosa maksiat??!!, bisa menahan diri dari berbuat dosa??!!, memang benar Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” setiap anak adam itu banyak brbuat dosa, dan sebaik baik orang yang berbuat dosa yang banyak bertaubat ” tapi ini bukan alasan
untuk tetap berbuat dosa, karna banyak hadits-hadits dan ayat-ayat yang mengancam pelaku dosa maksiat, yang selalu kita lupakan.
untuk tetap berbuat dosa, karna banyak hadits-hadits dan ayat-ayat yang mengancam pelaku dosa maksiat, yang selalu kita lupakan.
Juga perlu diketahui bahwa dosa maksiat yang pernah kita lakukan sejatinya akan mengundang saudaranya yang lain dari dosa maksiat, bahkan dosa maksiat yang lebih tinggi tingkatannya dari sebelumnya, karna setan merayunya untuk melakukan dosa maksiat yang lebih besar lagi, dan itu kenyata’an. Sebagaimana amal kebaikan jika di amalkan dia akan menarik kita untuk mengamalkan kebaikan yang lain, begitupula dosa maksiat. Sebagaimana di jelaskan oleh Ibnul Qoyyim di dalam kitabnya yang sangat bagus dan layak di baca oleh pemuda yaitu (Addaa’u wad Dawaa’) berkata “ ketahuilah dosa maksiat itu memiliki saudara saudara yang mana jika seorang melakukanya niscaya dia akan mengundang saudara saudaranya yag lain”
Selain itu dosa maksiat juga membuat pelakunya kecanduan dalam dosa maksiatnya, dan itu dirasakan oleh semua orang yang berakal, walaupun dia tidak pernah merasakan ketenangan. semua itu disebabkan karna dosa maksiat itu telah di rangkai sedemikian rupa oleh syaitan, sehingga menjadi manis bagaikan madu, lembut bagaikan embun pagi, seakan akan sebuah kebaikan yang tdak ada duanya dan kebahagia’an yang tiada akhirnya walaupun naluri manusia tidak akan pernah menyetujuinya.
Dan dampak negatif yang lain yang sangat patal adalah terhalangnya pelaku dosa maksiat dari terkabulnya do’a, sehingga tidak heran jika kita lihat banyak orang terjerumus padanya dan merasa sangat sulit terbangun darinya, sulit bertaubat dan kembali kepada Allah di atas jalan yang benar, bahkan mereka senantiasa bergelimang dalam dosa tersebut.
Bahkan bisa bisa perbuatan dosanya tersebut membuat hatinya buta, tidak bisa membedakan kebaikan dari keburukan tidak bisa membedakan antara yang benar dan salah, tidak bisa membedakan antara yang hitam dan putih, begitulah hati jika terus dan terus berbuat dosa dan maksiat, oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di dalam haditsnya yang shahih “ ketahuilah bahwasanya setap kali hamba melakukan dosa dan maksiat itu akan memberikan bintik hitam di hatinya, dan bintik hitam itu terus bertambah dengan bertambahnya perbuatan dosa tersebut, sampai hatinya tertutup dengan bintik hitam tersebut, sehingga tidak bisa membedakan yang baik dan yang jelek. Namun jika dia bertaubat maka bintik hitam itupun akan di cabut dari hatinya”
Dan dampak yang sangat mengerikan dan menakutkan dari dosa maksiat adalah: dosa kemaksiatan itu menghianati pelakunya di sa’at pelakunya membuthkannya. seperti seorang yang semasa mudanya digunakankan dalam kejelekan dan perbuatan yang di murkai Allah subhanahu wa ta’ala. maka di sa’at dia membutuhkan waktu seperti masa mudanya yang telah dia hambur hamburkan pada suaatu yang tidak ada mamfa’atnya bahkan memrugikan dia di sanalah dia menyesali akan perbuatanya tersebut. dan yang lebih menakutkan lagi di sa’at dia membutuhkannya di akirat kelak untuk mejawab pertanya’an pertanya’an paramalikat akan masa mudanya dan perbutannya, wal ‘iadzubillah. dan contoh yang lain adalah seseoran yang semasa hidupnya tidak menjaga lisannya, dia selalu menggunakan lisanya di dalam kejelekan dan dosa maksiat kepada Allah subhanah wa ta’ala, maka di sa’at dia membutuhkan lisannya untuk brkata yang baik, atau di sa’at dia sakartul maut di sanalah penentuan apa yang keluar dari lisanya, di situlah dia membutuhkan kata kata yang baik untuk dikeluarkan dari lisanya, namun karna di masa hidupnya dia mengunakan lisannya untuk kejelekan maka dia tidak bisa mengucapkan kalimat yang di tuntut darinya yaitu kalimat syadah “laa ilaaha illallah”. otomatis dia akan mengucapkan apa yang telah terbiasa di ucapkan semasa hidupnya, bukan sekedar itu, namun di akhirat kelak juga dia akan ditanya dan harus mempertanggungjawabkan perbutan atau perkata’annya tersebut. ada hal yang lebih menakutkan lagi tatkala orang di masa hidupnya, anggota badanya di salah gunakan yaitu digunakanya dijalan yang jelek dimurkai oleh Allah ‘azza wa jalla, tatkala dia ditanya di alam kubur, maka dengan apa dia akan menjawab?!,, bukan sekedar itu namun juga di akhirat dia akan di tanya lagi tentag anggota badanya pada apa dia gunakan di masa hidupnya?! ,, wal ‘iadzubillah. Semoga anggota badan yang di brikan kita dijaga dari brbuat dosa dan maksiat.!
Kemudian setelah kita mengetahui dampak dampak negaif dari perbuatan dosa di atas, hendaknya kita mulai bertaubat atau setidaknya kita sedikit berpikir dan merenung, apakah ada di hati kita niat untuk merubah diri kita pribadi , untuk berubah menjadi yang lebih baik?, dan tidakkah kita takut kepada semua itu akan terjadi pada diri kita?,
Sebelum semua itu terlambat dan pintu tertutup, maka sepantasnya sebagai pribadi muslim yang berakal dan menginginkan bagi dirinya kebaikan untuk merubah dirinya, dan selalu menjaga dirinya dari berbagai bentuk dosa dan maksiat yang telah Allah terangkan di dalam al qur’an dan Rasululullah terangkan di dalam haditsnya yang shohih, walaupun tidak bisa menjauh seratus persen minimal bisa di minimalisirkan, dan senantiasa bertaubat dan bertaubat, karna di dalam taubat terdapat keutama’an dan kebaikan yang banyak dan melimpah ruah,,
Semoga bermamfa’at, dan kita berharap, memohon kepada Allah agar Allah senantiasa menjaga kita dari berbagai macam dosa dan maksiat, dan mejadikan kita orang orang yang banyak bertaubat kepada-Nya, karna Allah mencintai orang orang yang banyak bertaubat kepada-Nya, wallahu a’lam bish shawaab


Unlabelled




Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: