EXEIdeas Template Store

Hi, You Like This Blogger Template Then You Can Download It At Netzspot.Blogspot.

Kamis, 21 November 2013

Adab bersin

This Article Was Live On: 07.13 And Till Now Have Tidak ada komentar. EXEIdeas Template Store



Sebagaimana yang telah kita ketahui, bahwa islam sebagai agama yang sempurna, yang menjelaskan segala aspek kehidupan manusia. Dan di antara adab yang diajarkan oleh islam adalah “bersin.”
Bersin adalah sesuatu yang disukai Allah Ta’ala, dan bahkan bersin itu adalah pemberian dari Allah.
Sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
 العطاس من الله والتثاؤب من الشيطان, فإذا تثاءب أحدكم فليضع يده على فيه, وإذا قال آه آه فإن الشيطان يضحك من جوفه, وإن الله يحب العطاس ويكره التثاؤب...
“Bersin itu dari Allah dan menguap itu dari syaithon. Jika salah seorang diantara kalian menguap, hendaknya dia menutup dengan tangannya. Jika ia mengatakan, “aah…” berarti syaithon sedang tertawa di dalam perutnya. Sesungguhnya Allah menyukai perbatan bersin dan membenci menguap.” (H.R. at Tirmidzi, no.2746 dan al Hakim, no. IV/264, Hadits ini dinilai shohih oleh al Albani dalam shohih al Jaami’, no. 4009)
Agar bersin yang kita lakukan bisa mendatangkan pahala di sisi Allah Ta’ala, maka hendaklah kita memperhatikan adab-adab yang diajarkan oleh Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala kita sedang bersin. Berikut ini adalah adab-adab yang harus kita perhatikan ketika bersin. Semoga Allah Ta’ala memberikan pertolongan kepada kita untuk mengamalkannya.
Pertama : Meletakkan tangan atau baju ke mulut ketika bersin
Salah satu akhlaq mulia yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersin adalah menutup mulut dengan tangan atau baju. Hal ini sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala beliau bersin.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan
أن النبي  صلى الله عليه وسلم كان إذا عطس غطى زجهه بيده أو بثوبه وغص بها صوته
“Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersin, beliau meletakkan tangan atau bajunya ke mulut dan mengecilkan suaranya.” (H.R. at-Tirmidzi, no. 2745 dan beliau menshohihkannya.)

Di antara hikmahnya, kadangkala ketika seseorang itu bersin, keluarlah air liur dari mulutnya sehingga dapat menggangu orang yang ada disebelahnya, atau menjadi sebab tersebarnya penyakit dengan ijin Allah Ta’ala. Maka tidak layak bagi seorang muslim menyakiti saudaranya atau membuat mereka lari. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua : Mengecilkan suara ketika bersin

Hal ini sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas. Dan di dalam riwayat al Hakim dengan lafazh,
إذا عطس أحدكم فليضع كفيه على وجهه وليخفض صوته
 “Apabila salah seorang dari kalian bersin hendaklah ia meletakkan tangannya ke wajahnya dan mengecilkan suaranya.” (H.R. al-Hakim, IV/264. Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam Shohiih al-Jaami’, no. 685)
Betapa banyaknya orang yang terganggu atau terkejut dengan kerasnya suara bersin. Maka sudah selayaknya setiap muslim mengecilkan suaranya ketika bersin sehingga tidak mengganggu atau mengejutkan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Ketiga : Memuji Allah ta’ala ketika bersin dan mengucapkan tasymit bagi bagi orang yang mendengarkannya bertahmid.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umatnya untuk mengucapkan tahmid tatkala bersin. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا عطس أحدكم فليقل الحمد لله وليقل له أخوه أو صاحبه يرحمك الله فإذا قال له يرحمك الله فليقل يهديكم الله ويصلح بالكم
“Jika salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan Alhamdulillah, jika ia mengatakannya maka hendaklah saudaranya atau temannya membalas: yarhamukalloh (semoga Allah merahmatimu). Dan jika temannya berkata yarhamukallah, maka ucapkanlah: yahdikumulloh wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” (H.R. al-Bukhori, no. 6224.)

Di dalam periwayatan yang lain, disebutkan bahwa hak seorang muslim yang mengucapkan tahmid ketika bersin adalah, mengucapkan baginyaAt tasymit (yarhamukallah.)

Keempat : Mengingatkan orang yang bersin agar mengucapkan tahmid jika ia lupa

Jika kita mendapati orang yang bersin namun tidak memuji Allah Ta’ala, hendaklah kita mengingatkannya. Ini termasuk bagian dari nasihat.
‘Abdullah bin al-Mubarak melihat orang lain bersin tapi tidak mengucapkan Alhamdulillah, maka beliau berkata kepadanya, “Apa yang seharusnya diucapkan seseorang jika ia bersin?” Orang itu mengatakan, “Alhamdulillah.” Maka Ibnul Mubarak menjawab, “Yarhamukallah.”

Kelima : Tidak perlu mendo’akan orang yang sudah bersin tiga kali berturut-turut

Demikianlah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam.Beliau bersabda:
إذا عطس أحدكم فليشمته جليسه, فإن زاد على ثلاث فهو مزكوم ولا يشمت بعد ثلاث.
“Jika salah seorang dari kalian bersin, hendaklah orang yang ada di dekatnya mendo’akannya. Dan jika (ia bersin) lebih dari tiga kali berarti ia sakit. Janganlah kalian men-tasymit bersinnya setelah tiga kali.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 5034; Ibnus Sunni, no. 251; dan Ibnu ‘Asakir, 8/257. Hadits ini dinilai shohih oleh al-Albani dalam Shohiih al-Jaami’, no. 684)
Dalam redaksi lainnya disebutkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
شَمِّتْ أَخَاكَ ثَلاَثًا فَمَا زَادَ فَهُوَ زُكَامٌ
Do’akanlah saudaramu yang bersin tiga kali dan bila lebih dari itu berarti ia sedang sakit.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 5034 dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iiman, 7/32. 
Hadits ini dinilai hasan oleh al-Albani dalam al-Misykah, no. 4743)

Keenam : Tidak mengucapkan tasymit terhadap orang kafir yang bersin meskipun ia mengucapkan Alhamdulillah

Sebagaiman yang kita ketahui bahwa hidup di dunia ini tidak hanya kaum muslimin, namun juga kita bertetangga sama kaum nonmuslim. Maka agam islam yang sempurna telah mengajarkan kepada kita permasalan ini yaitu hukum mengucapkan tasymit kepada nonmuslim jika ia bersin bersin.
Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan,
كان اليهود يتعاطسون عند النبي صلى الله عليه و سلم يرجون أن يقول لهم يرحمكم الله فيقول يهديكم الله ويصلح بالكم
“Dahulu orang Yahudi sengaja bersin di dekat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan harapan Nabi mengatakan,  “yarhamukumulloh (semoga Allah merahmatimu)” tetapi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Yahdikumulloh wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).”(Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 5038 dan At-Tirmidzi, no. 2739. Dan mengatakan hadits ini hasan shohih).
Demilkianlah islam mengajarkan kita segala aspek kehidupan, Jika diamalkan maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan.
Semoga Allah menambahkan ilmu kita dan bisa mengamalkan ilmu yang kita miliki.

You Like It, Please Share This Recipe With Your Friends Using...

Don't Forget To Read This Also...

Tidak ada komentar :

Speak Your Mind: