
Manusia hidup di dunia ini memang harus mau menjalani semua liku-liku kehidupan, harus menjalani warna-warni kehidupan, mau tidak mau harus mau menjalani berbagai lembah, tebing, pegunungan bahkan samudra kehidupan dunia ini.
Karena memang kehidupan dunia ini hanyalah.sebuah rangkain dari warna-warni kehidupan dan liku-likunya. Mulai dari dataran gunungan lautan itu lengkap dalam rangkaian kehidupan ini. Rangkaian senang, susah, sedih, gembira, riang, canda, tawa, tangis, galau dll.
Dan kerangka ini harus dilalui oleh semua manusia. Yang kaya, yang miskin, yang tua dan yang muda. Tidak kenal situasi dan kondisi.
Maka tidaklah asing atau aneh jika mendapat diri sendiri tiba-tiba dalam keadaan sedih, tiba-tiba senang, tawa, senyum, menangis dan lainnya. Karena itu semua rukun kehidupan.
Tapi yang menjadi fenomena yang menyedihkan adalah ketika seaeorang mendapatkan dirinya dalam suatu keadaan dia salah tingkah dan salah tindakan tidak bijak dalam memutuskan tindakan. Tidak menaruh sesuatu pada tempatnya. Salah kaprah dalam bersikap.
Sebagai Contoh, orang bahagia dalam keadaan senang dan grmbira, ia melakukan apapun yang ia kehendaki tidak peduli akan rambu-rambu agama Allah. Padhal Allah-lah satu-satunya yang memberikan dia nikmat ini, hingga ia melanggar batasan-batasan Allah yang mengakibatkan tercabutnya nikmat tersebut.
Dan contoh yang lain ketika orang mendapatkan diriny sedih galau gulan ia bertindak, mengambil keputusan semaunya yang dianggapnya bisa menenangkan dia dia tidak peduli apa itu melanggar batasan-batasan Allah atau tidak menyerahkan permasalahanya kepada Allah bahkan dia curhat kepada manusia yang lemah tidak mampu menolongnya dan melupakan Allah.
Maka orang seperti ini tentu ketenangan tidak mungkin ia dapatkan walaupun dia senang-senang saja, karena mengikuti hawa nafsunya, akan tetapi ia tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari terutama pada hari akhirat nanti.
Maka sebagai orang muslim yang sejati bijaklah dalam mengambil keputusan bijaklah dalam bertindak.!!
Karena seorang muslim tidak akan mendapatkan keadaan bagaimanapun baik atau buruk.dia bisa mengambil pahala dan hikmah darinya.
Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Sungguh aneh perkara seorang mukmin karena semua perkaranya baik. Jika dia mendapatkan nikmat dia bersyukur maka itu bernilai baik baginya dan jika dia mendapatkan musibah dia bersabar maka itu sebuah kebaikan baginya. Dan ini tidak pernah didapatkan oleh selain mukmin." HR. Muslim.
Begitupula semua keadaan itu bisa menjadi sebuah kejelekan dan bencana. ketika seseorang itu tidak betul dalam mengambil keputusan
Allah ta'ala berfirman,
"Dan kami menguji kalian dengan kejelekan (musibah) dan kebaikan(nikmat) sebagai fitnah dan sunghuh kepada Kamilah kalian kembali."
Maka dari sinilah kita sadari akan hikamh diciptakannya warna-warni kehidipan ini apakah kiat bersyukur atau tidak dan apakah kita bersabar atau tidak.
Di kamar mengisi kekosongan dosen sakit
Jember





Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: