EXEIdeas Template Store

Hi, You Like This Blogger Template Then You Can Download It At Netzspot.Blogspot.

Selasa, 18 Maret 2014

PELACUR SYI'AH CALON DOKTER DAN BERJILBAB LEBAR

This Article Was Live On: 03.07 And Till Now Have 2 komentar. EXEIdeas Template Store
image



Suatu ketika di kampung ana ada pemberitaan yang menyudutkan Akhowat yang berjubah dan berjilbab besar. SEbab koran lokal mengangkat berita utama tentang ditemukannya mayat bayi dalam kantong plastik yang ditemukan oleh seorang pemulung di sebuah tempat sampah.

Lokasi penemuan mayat bayi / orok itu adalah sebuah tempat sampah di area kos-kosan mahasiswa dan mahasiswi di belakang sebuah institut "agama" negeri. Lebih lanjut dalam berita itu dikatakan bahwa Hasil investigasi aparat keamanan diduga pelaku pembuangan orok adalah seorang mahasiswi yang penampilan kesehariannya kelihatan agamis dengan jubah dan jilbab besar hitam-hitam. Mahasiswi ini masih tercatat sebagai mahasiswi di institut "agama" negeri yang lokasinya berada di depan kos-kosan itu.

Singkat cerita, kami akhirnya membuat TIM untuk melacak siapa sebenarnya mahasiswi pembuang orok itu, apa keyakinannya, dan siapakah kawan-kawan serta dari kelompok manakah dia. Dengan sebuah dugaan yang telah ada di benak kami walau itu awalnya selalu berhasil kami abaikan bahwa Mahasiswi yang nampak sholehah ini adalah seorang penganut Syiah.

Kami sedikit banyaknya tahu tentang syiah serta kekafirannya, tapi karena para penganutnya pada waktu itu masih bertaqiya akhirnya sangat sulit menyadarkan m, yaitu asyarakat akan bahayanya. Ana ditunjuk oleh ketua TIM untuk berusaha masuk ke dalam komunitas mahasiswa-mahasiswi kos-kosan di belakang Institut "agama" negeri tersebut.

Ana mulai bergerilya dengan modal alat rekam suara merek AIWA yang tersembunyi di balik pakaian ana. Ana mendatangi sekaligus memasuki kawasan yang terkesan religius tapi punya 'suasana yang aneh' yang sulit ana gambarkan waktu itu. Beberapa kos-kosan yang ana masuki nampak gagah dan cenderung revolusioner orang-orangnya.

Di situ ada terpampang ukuran besar poster Khomeini plus buku-buku tebal "Kaum Tertindas (Dhuafa)" karya Ali Shariati, yaitu seorang revolusioner Syi'ah Iran. Ana mulai bincang-bincang dengan beberapa penghuninya sambil sesekali memperhatikan penghuni atau tamu kos-kosan ( yang bagai ana tidak jelas), yang berseliweran berjubah dan berjilbab besar hitam-hitam. Nampak tidak ada hijab di sini. Suara kikikan wanita manja sesekali mampir ke kedua telinga ana yang memang lagi ana "aktifkan".
Ana pun bertaqiya pada waktu itu dengan seolah menunjukkan bahwa ana seorang revolusioner "Islam" yang kagum terhadap Khomeini.

Singkat cerita ana mulai makin diterima dikalangan orang-orang revolusioner "Islam" itu. Ana bahkan mulai merambah ke komunitas mereka yang sama tapi di universitas dan kampus yang berbeda. Ana sasar para wanita berseragam hitam-hitam itu, ana kenalan dengan mereka dan mulai mencoba buat janji untuk bisa berbicara lebih khusus.

Ana agak kaget sebenarnya, karena sepanjang yang ana tahu, seorang wanita Islam yang mengamalkan agama dengan teguh dan hati-hati, biasanya ogah untuk diajak ngobrol berdua-duaan tanpa mahrom, tapi di komunitas ini tidak demikian.

Ana belum mau menyebut mereka syiah sebelum ana buktikan sendiri bahwa mereka memang syiah. Soalnya waktu itu mereka masih beribadah seperti masyarakat Muslim lainnya, yang membedakan mereka cuma karena kerevolusioneran sikap-sikapnya dan kegandrungan mereka membaca buku-buku Ulama syiah Iran serta kekaguman mereka terhadap Khomenei.

QaddarAllaah akhirnya ana dapat membuktikan bahwa mereka adalah Syiah dengan bukti rekaman pengakuan mereka yang ana dapatkan dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan mereka. Ana juga alhamdulillah berhasil mengambil bukti dari kitab-kitab mereka yang berbahasa arab tentang aqidah mereka. Ana nyolong kitab Al-Kaafi mereka, sebuah kitab hadits yang katanya setara dengan kitab Bukhory-Muslim.

Ana curi sekantung batu "karbala" mereka yang katanya tidak sah sholat tanpa batu itu. Dan yang lebih spektakuler adalah ana mendapatkan sekitar 32 pasang laki-laki dan perempuan yang mut'ah plus, dan ana pun ditawari untuk melakukan mut'ah oleh seorang mahasiswi kedokteran yang sedang menjalani mut'ah dengan kawan seangkatannya di Kedokteran. Ana ditawarkan mut'ah dengan temannya dan ana pun sudah bertemu dengan temannya itu. Dia siap mut'ah dan siap menerima orang yang menawarnya termasuk ana waktu itu.

Disinilah asal muasal orok yang dibuang ditempat sampah itu, disinilah asal usul zina yang dibungkus dengan 'agama' itu. Dan disinilah awalnya muncul fitnah terhadap para wanita yang menutup tubuhnya dengan hijab yang rapat, namun sejatinya mereka adalah pelacur yang menyembunyikan kehamilannya di balik jubah dan jilbab besar.
Kejadian ini terjadi sekitar tahun 1996 di kota Makassar Sulawesi Selatan, lalu bagaimana perkembangannya di tahun 2013 ini?

Seperti yang sama kita ketahui bahwa Makassar adalah ibukota provinsi dengan pertumbuhan penganut syiah yang signifikan setelah Bandung Jawa Barat. Artinya apa?

Di luar aqidah mereka yang KAFIR, ana tidak bisa menepis satu kalimat dari pikiran ana, bahwa "LONTE SYIAH BERKERUDUNG SUDAH MERAJALELA DI MAKASSAR...." Na'udzu billahi min dzalik...!!

Sumber: Ahlus Sunnah Anti Syi'ah



Jember

You Like It, Please Share This Recipe With Your Friends Using...

Don't Forget To Read This Also...

2 komentar :

Speak Your Mind: