Jika Galau Karena Belum Punya Rumah, Motor Baru, dan Istri
MUNGKIN yang kita keluhkan saat ini ialah:
Belum punya rumah sendiri, masih ngontrak sana-sini, padahal sudah berkeluarga.
Belum punya motor baru, sementara teman-teman sudah beli motor baru.
Belum menikah, teman yang lain sudah punya anak.
Belum selesai kuliah, sementara teman lain sudah bekerja.
Sabarlah, Akhi…
Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”
(QS. ali Imran: 200)
Soal rumah, bukan luasnya rumah yang penting, tapi adanya sakinah (ketenangan) yang turun tempat tinggal saat ini. Meskipun masih ngontrak, syukurilah!
Hari ini, betapa banyak orang yang punya rumah mewah, namun di dalamnya gersang, bagaikan hutan tak berpenghuni. Di rumah mereka masing-masing sibuk di kamar. Tak ada komunikasi yang cair.
Soal kendaraan, bukan mulusnya body kendaraan yang penting, tapi kebermanfaatannya sehingga bisa menempuh tempat-tempat kebaikan dan memberikan pertolongan. Syukurilah jika punya kendaraan bekas, tapi berfaedah.
Hari ini, banyak yang memiliki kendaraan baru, harga di atas rata-rata, namun kendaraanya tidak membawa berkah karena tidak dimanfaatkan pada hal-hal bermanfaat. Kendaraannya hanya terparkir pada tempat-tempat keramaian; mall, pasar, dll. Namun, kendaraannya tidak dimanfaatkan untuk menuju majelis ilmu, membantu kaum muslimin saat kesusahan.
Soal menikah, bukan sekadar menyelesaikan gejolak syahwat, tapi menikah adalah salah satu jalan agar semakin bertakwa kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Maka bersyukurlah jika masih bujangan dan bertakwa kepada-Nya.
Hari ini kita monitoring, sudah berapa banyak sahabat kita menikah, dan punya anak, namun keharmonisan keluarganya tak nampak. Suami-istri hanya bertengkar, anak-anaknya nakal lantaran tak mendapatkan kasih sayang dari orangtua. Tragisnya, sampai ada orangtua bercerai hanya karena persoalan dunia.
Soal kuliah, bukan ijazahnya yang penting, tapi adanya keilmuan yang matang ingin diperoleh dan berniat membantu kaum muslimin jika sudah selesai.
Hari ini begitu banyak mahasiswa (i), namun kerjanya hanya pacaran di kampus, merokok, dll dari hal-hal yang tidak berguna. Sampai-sampai mereka membohongi orangtua mereka untuk meminta dana, padahal ia mengkhianati orangtuanya.
Akhi…,
Ingatlah, Alloh subhanahu wa ta’ala yang akan mencukupkan rezki kita.
“Bukankah Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhan) hamba-Nya? ”
(QS. Az Zumar: 36)
Karena itulah, mari kita bersyukur atas segala pemberian-Nya. Karena banyak nikmat Alloh yang lain, yang kita kadang lupa,
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.”
(QS. An-Nahl: 18)
Syukurilah apa yang ada saat ini, niscaya Alloh akan tambah,
“Dan (ingatlah juga), tatkala Robbmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan l menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS Ibrahim: 07)
MUNGKIN yang kita keluhkan saat ini ialah:
Belum punya rumah sendiri, masih ngontrak sana-sini, padahal sudah berkeluarga.
Belum punya motor baru, sementara teman-teman sudah beli motor baru.
Belum menikah, teman yang lain sudah punya anak.
Belum selesai kuliah, sementara teman lain sudah bekerja.
Sabarlah, Akhi…
Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”
(QS. ali Imran: 200)
Soal rumah, bukan luasnya rumah yang penting, tapi adanya sakinah (ketenangan) yang turun tempat tinggal saat ini. Meskipun masih ngontrak, syukurilah!
Hari ini, betapa banyak orang yang punya rumah mewah, namun di dalamnya gersang, bagaikan hutan tak berpenghuni. Di rumah mereka masing-masing sibuk di kamar. Tak ada komunikasi yang cair.
Soal kendaraan, bukan mulusnya body kendaraan yang penting, tapi kebermanfaatannya sehingga bisa menempuh tempat-tempat kebaikan dan memberikan pertolongan. Syukurilah jika punya kendaraan bekas, tapi berfaedah.
Hari ini, banyak yang memiliki kendaraan baru, harga di atas rata-rata, namun kendaraanya tidak membawa berkah karena tidak dimanfaatkan pada hal-hal bermanfaat. Kendaraannya hanya terparkir pada tempat-tempat keramaian; mall, pasar, dll. Namun, kendaraannya tidak dimanfaatkan untuk menuju majelis ilmu, membantu kaum muslimin saat kesusahan.
Soal menikah, bukan sekadar menyelesaikan gejolak syahwat, tapi menikah adalah salah satu jalan agar semakin bertakwa kepada Alloh subhanahu wa ta’ala. Maka bersyukurlah jika masih bujangan dan bertakwa kepada-Nya.
Hari ini kita monitoring, sudah berapa banyak sahabat kita menikah, dan punya anak, namun keharmonisan keluarganya tak nampak. Suami-istri hanya bertengkar, anak-anaknya nakal lantaran tak mendapatkan kasih sayang dari orangtua. Tragisnya, sampai ada orangtua bercerai hanya karena persoalan dunia.
Soal kuliah, bukan ijazahnya yang penting, tapi adanya keilmuan yang matang ingin diperoleh dan berniat membantu kaum muslimin jika sudah selesai.
Hari ini begitu banyak mahasiswa (i), namun kerjanya hanya pacaran di kampus, merokok, dll dari hal-hal yang tidak berguna. Sampai-sampai mereka membohongi orangtua mereka untuk meminta dana, padahal ia mengkhianati orangtuanya.
Akhi…,
Ingatlah, Alloh subhanahu wa ta’ala yang akan mencukupkan rezki kita.
“Bukankah Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhan) hamba-Nya? ”
(QS. Az Zumar: 36)
Karena itulah, mari kita bersyukur atas segala pemberian-Nya. Karena banyak nikmat Alloh yang lain, yang kita kadang lupa,
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.”
(QS. An-Nahl: 18)
Syukurilah apa yang ada saat ini, niscaya Alloh akan tambah,
“Dan (ingatlah juga), tatkala Robbmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan l menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS Ibrahim: 07)






Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: