![]() |
| Hadits Lemah |
Hadits Pertama,
" اختار الله الزمان، فأحب الزمان إلى الله الشهر الحرام، وأحب الأشهر إلى الله ذو الحجة، وأحب ذي الحجة إلى الله العشر الأول "
“Allah memilih zaman atau waktu, maka waktu yang Allah paling cintai adalah bulan haram. Dan Bulan Paling dicintai Allah adalah Bulan dzul Hijjah. Dan yang paling dicintai dari bulan hijjah adalah sepuluh hari pertama darinya.”
Takhrij Hadits.
Diriwayatkan oleh Ibu ‘Adi dalam kitab Al-Kamil Fii dhu’afaa’i Ar-rijal, 4/278. Dari jalur periwayatan Abdurrahman bin Abdillah bin Umar bin Hafsh bin Ashim bin Umar bin Al-Khattab dari suhail dari dari bapaknya dari Abu Hurairah rhadiayallahu ‘anhu marfu’an.
Derajat hadits.
Hadits ini tidak shahih. Ibnu ‘Adi berkata, Abdurrahman bin Abdillah AL-Umari Dha’if. Begitupula hadits ini dihukumi dhaif juga oleh Imam Ibnu Rajab di dalam kitab Ltha’iful ma’arif hal, 267.
Hadits Kedua.
"ما من أيام أحب إلى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة يعدل صيام كل يوم منها بصيام سنة، وقيام كل ليلة منها بقيام ليلة القدر"
“Tidak ada hari-hari yang lebiih Allah cintai untuk beribadah padanya selain spuluh hari dari bulan dzul hijjah. Berpuasa pada setiap harinya –sepuluh hari pertama- sama seperti puasa satu tahun full. Dan shalat malam seperti shalat malam pada hari-hari tersebut seperti shalat malam di malam lailatul qadar.”
Takhrij hadits.
Derajat hadits.
Hadits ini tidak shahih atau dha’if berkata imam Tirmidzi setelah meriwayatkan hadits ini,” hadits ini gharib (asing) kita tidak mengetahuinya kecuali dari jalur Mas’ud bin Washil dari An-Nuhas. Dan saya bertanya kepada Muhammad tentang hadits ini maka dia juga tidak mengetahuinya kecuali dari jalur periwayatn ini.
Hadits ini juga dihukumi dha’aif atau lemah oleh Al-Albani, dalam kitab “Dha’if at-Tirmidzi no. 758 dan di dalam kitab silsilah hadits dha’ifah No 5145.
dan masih banyak hadits-hadits lemah bahkan ada yang sampai derajat palsu dalam masalah keutamaan bulan dzul hijjah. semoga Allah memberikan kita ilmu dan Amal yang benar sesuai dengan tuntunan wahyu.






Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: