Memang manusia merupakan makhluk yang sangat lalai, di mana dia dihukum oleh Allah su hanahu wa ta'ala sebagai peringatan namun dia tetap tidak sadar dan terus berkecipung dalam kelalainnya tersebut.Mungkin saja sebab kelalain manusia ini didasari oleh ketidak tahuan semata, atau bahkan karena kesombongannya sebagaiman cerita-cerita ummat terdahulu yang Allah coba mereka. hingga mereka enggan kembali ke jalan Allah ta'ala.
Pada zaman kita sekarang ini, walaupun jarang kejadian besar, musiabah bencana alam yang menimpa ummat manusia seakan-akan Allah tidak menguji mereaka, tidak. Sungguh Allah menguji manusia, namun sebagian besar manusia tidak menyadarinya.
Maka ujian yang sangat besar yang Allah subhanahu wa ta'ala tipakan kepada hambanya, menjauhnya Manusia dari jalan yang benar, jalan yang Allah telah gariskan bagi manusia, namun manusia berpaling darinya, inilah musibah yang sangat besar. namun siapakah yang sadar kalau ini adalah merupakan musibah.
Diantara musibah atau hukuman yang Allah timpakan kepada hambanya adalah terhalangnya hamba tersebut untuk melaksanakan dan mengamalkan agama islam ini dengan benar. bahkan sangat sedikit manusia yang mengamalkan agama islam ini, sebab orang islam sendiri tidak tau bagaiman islam itu, saking jauhnya dari ajaran islam.
kemudian, yang sangat perlu kita ingat dan kita campakan pada benak kita bahwa semua musiabah, semua hukuman yang Allah timpakan kepada hamba-Nya melainkan itu merupakan ulah tangan manusia itu sendiri.
di banyak ayat Allah berfirman menegaskan hal itu, sebagaimana dalam firma-Nya, yang Artinya, " Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" Asy-Syuraa: 30.
Maka tiada lain obat untuk mengangkat musiabha dan hukuman yang Allah timpakan itu dengan meminta kepada Allah bertaubat kepada-Nya. dan memperbaiki diri, menjauhakn diri dari segala bentuk kemaksiatan kepada-Nya, entah itu dosa yang kecil dan remeh terlebih dosa besar.
semoga Allah memudahkan kita untuk meniti jalan-Nya yang lurus.





Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: