Marilah kita renungi beberapa hadist Nabi kita Muhammad salallahu'alaihi wasallam yanh menjelaskan tentang hinanya dunia ini. Diantara hadist Nabi salallahu'alaihi wasallam yang artinya: “kalau saja dunia ini bernilai disisi Allah ta'aala seukuran dengan sebelah sayap nyamuk, maka Allah tidak akan memberikan orang kapir minum meski hanya seteguk air.”
Sahabat , , , dari hadist ini kita bisa mengetahui bahwasanya betapa hinanya dan tidak berhaganya dunia ini. Akan tetapi kebanyakan dari kita masih saja berlebih lebihan dalam mencarinya. Sebagian lagi ada yang keluar sebelum terbit matahari kemudian pulang setelah
terbenamnya matahari, sehingga tidak bertemu dengan makhluk Allah yang sangat besar. Itu semua karna butanya hati akan agama yang Allah turunkan melalui manusia termulia dimuka bumi ini yaitu Nabi kita Muhammad salallahualaihi wasallam. Terlenanya seseorang oleh dunia sehingga melupakan hal yang terpenting dalam hidup. Yang Allah menciptakan kita seorang hamba dengan tujuan beribadah hanya kepadanya. Sebagai mana yang Allah telah sebutkan dalam al Quran yang mulia, yang artinya ” tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada ku”.{QS. Az zariyat} dan pada ayat yang lain Allah sebutkan yang artinya “dan tidaklah mereka diperintahkan kecuaiali hanya untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan. . “ {QS. Al Bayyinah; 5}
Inilah tujuan kenapa kita diciptakan dimuka bumi ini yaitu hanya untuk menyembah dan beribadah kepada yang telah menciptakan kita dengan penuh rasa tunduk dan ikhlas. Bukan untuk mencari dunia sehingga melupakan syariat Allah dan tujuan hidup yang telah Allah gariskan dan sebutkan dalam al Quran di atas.
Dan Allah telah memberikan dan telah membagi kadar rizki untuk setiap hambanya. Bukan hanya dari segi harta atau dunia akan tetapi dari segi yang lain juga. Hal ini sebagaiman yang Rosulullah salallahu'alaihi wasallam paparkan dalam hadistnya yang mulia. Dari sahabat yang mulia Abi Hurairoh bahwasanya Rosulullah bersabda yang artinya; “sesungguhnya salah seorang dari kalian di kumpulkan penciftaannya di dalam perut ibunya selama 40 hari dalm bentuk nutfah (campuran antara sperma dan ovum), kemudian menjadi 'alaqoh (segumpal darah) selama masa itu juga (40 hari), kemudian menjadi mudghoh (segumpal daging) selama masa itu pula. Kemudian seorang malaikat di utus kepadanyada untuk meniupkan ruh kepadanya dan di perintahkan untuk menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya dan nasib sengsara dan bahagianya. . . “. [HR. al Buhkori dan Muslim]
Maka dari hadits di atas kita telah di kabarkan oleh Baginda Nabi salallahu'alaihi wasallam dengan jelas. Bahwasanya rizki, ajal dan yang lainnya telah dituliskan oleh Allah ta'aala. Oleh karna itu sekuat apa pun kita membanting tulang maka hasil yang akan kita dapatkan sesuai apa yang telah Allah gariskan dan tidak akan pernah keluar dari itu....bersambung,,,,,,,





Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: