Hidayah Allah kepada jalan yang lurus memang tidak bisa ditebak dan diterka, Allah hanya memberikan hidayah itu kepada siapapun yang Ia kehendaki. tidak pandang bulu ataupun hanya sekedar keturunan suku dan bahasa. Allah hanya memberikan hidayah kepada orang yang Ia kehendaki.
Allah memberikan hidayah-Nya kepada orang yang sungguh-sungguh dalam beribadah kepada-Nya, yang berusaha dengan sungguh mencarinya, dan orang yang sungguh berdoa minta hidayah kepada-Nya tanpa pustus. Oleh karena itu Ummat islam selalu minta hidayah setiap saat, setiap menunaikan ibadah shalatnya.
Udin, (anonim) tetanggaku, Sebelum salah satu warga dikampungku. dia hidup bagaiman anak muda hidup pada masa kini, yang tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan dan perbuatan yang menyakitkan warga lainnya dengan tingkah angkuh yang selalu dia perbuat dalam kesehariannya.
tidak jauh lagi jika dilihat dari agamanya, ibadahnya kepada Allah shalatnya, puasanya, zakatnya dan amalan-amalan lainya. shalatnya jarang, puasa diluar rumah saja bahkan dengan terang-terangan makan minum dan merokok dikhalayak ramai ketika siang bulan ramadhan, dan itu biasa dijalani Udin dalam hidupnya.
Dia tidak lewat di pohon yang berbuah melainkan itu milik dia, yah begitulah kehidupanya. dia tidak bisa ditegur orang, karena angkuhannya yang sangat sangar dan menakutkan.
Sebagian orang mengatakan "itu mah biasa, namanya ajja anak muda...!!". Tidak, ini bukan biasa bahkan luar biasa, kalaupun dikatakan biasa atau tradisi anak muda tapi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. karena akan merusak masyarakat keduniaan mereka ataupun hal-hal yang berkaitan dengan agama mereka.
begitulah kehiupan si Udin yang menyakitkan itu. Namun Allah berkehendak lain dari apa yang kita prasangkakan. kita mengira dan berpikir yang jauh dari garis yang Allah tentukan bagi si Udin. Kita berpikir macam-macam, "apa yang dia akan dapatkan kalau mati dalam keadaan seperti ini" "bagaiman kehidupannya kalau sudah tua nanti" "bagaiman akan jadi anak keturunannya nanti" dan berbagai macam anggapan-anggapan yang kita miliki.
Namun Allah menjadikan si Udin sebagai pemuda yang sholeh yang taat kepada Allah, yang tidak pernah luput dari shalat jamaah, yang seakan masjid rumah dan istananya dimana disana tempat yang tenang dan adem untuk berteduh. Yang dulunya selalu berbuat jahat dan semena-mena terhadap orang lain namun kini dia selalu berbuat baik bagi orang lain, membantu mereka, dan selalu menebar senyum dan salam tiap kali bertatap muka sama orang lain.
Tidaklah lain dia mendapatkan hidayah itu negara orang, negara orang kafir yaitu dibelanda, disana dia kerja sebagai "buruh" TKI disanalah dia mendapatkan hidayah itu.

Pada hari-
hari ketika masih kerja di negara orang dimana dia melihat banyak kejahatan dan perbuatan-perbuatan yang selalu perbuat, terlebih dari sisi agama, bagaiman tidak sarana maksiat dan sebab untuk berbuat dosa dan maksiat sangatlah mudah bahkan disuguhkan, namun disanalah dia mendapat petunjuk Allah kepada Jalan Allah yang lurus.
Dia berbeda dengan orang rantaun yang lain, orang merasa di kejauhan dari keluarga dan masyarakatnya dia measa bebas berbuat apa-apa, karena tidak ada satupun yang menegur dia, dia tidak malu berbuat semaunya, sebagaima banyak kejadian TKI/TKW di luar negeri sana. mereka melakukan apa yang tidak mereka berani melakukannya dikampung halamanya.
Allah memberikan hidayah-Nya kepada orang yang sungguh-sungguh dalam beribadah kepada-Nya, yang berusaha dengan sungguh mencarinya, dan orang yang sungguh berdoa minta hidayah kepada-Nya tanpa pustus. Oleh karena itu Ummat islam selalu minta hidayah setiap saat, setiap menunaikan ibadah shalatnya.
Udin, (anonim) tetanggaku, Sebelum salah satu warga dikampungku. dia hidup bagaiman anak muda hidup pada masa kini, yang tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan dan perbuatan yang menyakitkan warga lainnya dengan tingkah angkuh yang selalu dia perbuat dalam kesehariannya.
tidak jauh lagi jika dilihat dari agamanya, ibadahnya kepada Allah shalatnya, puasanya, zakatnya dan amalan-amalan lainya. shalatnya jarang, puasa diluar rumah saja bahkan dengan terang-terangan makan minum dan merokok dikhalayak ramai ketika siang bulan ramadhan, dan itu biasa dijalani Udin dalam hidupnya.
Dia tidak lewat di pohon yang berbuah melainkan itu milik dia, yah begitulah kehidupanya. dia tidak bisa ditegur orang, karena angkuhannya yang sangat sangar dan menakutkan.
Sebagian orang mengatakan "itu mah biasa, namanya ajja anak muda...!!". Tidak, ini bukan biasa bahkan luar biasa, kalaupun dikatakan biasa atau tradisi anak muda tapi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. karena akan merusak masyarakat keduniaan mereka ataupun hal-hal yang berkaitan dengan agama mereka.
begitulah kehiupan si Udin yang menyakitkan itu. Namun Allah berkehendak lain dari apa yang kita prasangkakan. kita mengira dan berpikir yang jauh dari garis yang Allah tentukan bagi si Udin. Kita berpikir macam-macam, "apa yang dia akan dapatkan kalau mati dalam keadaan seperti ini" "bagaiman kehidupannya kalau sudah tua nanti" "bagaiman akan jadi anak keturunannya nanti" dan berbagai macam anggapan-anggapan yang kita miliki.
Namun Allah menjadikan si Udin sebagai pemuda yang sholeh yang taat kepada Allah, yang tidak pernah luput dari shalat jamaah, yang seakan masjid rumah dan istananya dimana disana tempat yang tenang dan adem untuk berteduh. Yang dulunya selalu berbuat jahat dan semena-mena terhadap orang lain namun kini dia selalu berbuat baik bagi orang lain, membantu mereka, dan selalu menebar senyum dan salam tiap kali bertatap muka sama orang lain.
Tidaklah lain dia mendapatkan hidayah itu negara orang, negara orang kafir yaitu dibelanda, disana dia kerja sebagai "buruh" TKI disanalah dia mendapatkan hidayah itu.

Pada hari-
hari ketika masih kerja di negara orang dimana dia melihat banyak kejahatan dan perbuatan-perbuatan yang selalu perbuat, terlebih dari sisi agama, bagaiman tidak sarana maksiat dan sebab untuk berbuat dosa dan maksiat sangatlah mudah bahkan disuguhkan, namun disanalah dia mendapat petunjuk Allah kepada Jalan Allah yang lurus.
Dia berbeda dengan orang rantaun yang lain, orang merasa di kejauhan dari keluarga dan masyarakatnya dia measa bebas berbuat apa-apa, karena tidak ada satupun yang menegur dia, dia tidak malu berbuat semaunya, sebagaima banyak kejadian TKI/TKW di luar negeri sana. mereka melakukan apa yang tidak mereka berani melakukannya dikampung halamanya.





Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: