Dalam hadits hadits yang shohih Rosululloh sallallohu 'alaihi wasallam juga menjelaskan hal tersebut, bahkan Rosululloh sendiri manusia yang termulia di muka bumi ini selalu beristigfar dan memohon ampun kepada Allah ta'aala yang mana beliau sudah di ampuni atas dosa dosa beliau baik yang telah berlalu maupun yang akan datang.
Bagaimana dengan kita yang tidak ada jaminan sedikitpun untuk di ampuni dosa dan kesalaha yang telah kita perbuat, maka lebih utama untuk kita selalu dan terus beristigfar serta memohon ampun kepada Allah ta'aalaa. Diantara hadist hadits Rosululloh sallallohu 'alaihi wasallam yang menerangkan hal tersebut ialah;
- Setiap hari Rosululloh sallallohu 'alaihi wasallam beristigfar kepada Allah sebanyak tujuh puluh kali bahkan lebih. Sebagaiman yang di sebutkan dalam hadist, beliau sallallohu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya; “wahai manusia beristigfarlah kepada Allah, demi Allah aku memohon ampun kepadaNya lebih dari tujuh puluh kali setiap hariya.”
- Allah ta'aala menerima taubat dan udzur seorang hamba, Rosululloh sallallohu 'alaihi wasallam jbersabda yang artinya; “barangsiapa yang meminta udzur kepada Allah maka Allah terima udzurnya.”
- Allah senang dengan taubat seorang hamba dari seorang musafir yang kehilangan tunggangan, makanan, dan minumannya, Rosululloh sallallohu a'laihi wasallam bersabda yang artinya; “sungguh Allah lebih senang dengan taubat seorang hamba diantara kalian yang diatas kendaraannya di tanah yang tandus, kemudian kendaraannya hilang bersama dengan makanan dan minumannya, dan ia berputus asa. Kemudian ia berteduh di salah satu pohon, dan ia telah berputus asa dari barang tunggangannya. Ketika ia dalam keadaan tersebut barang tunggangannyapun berada di sampingnya dan ia mengambilnya, kemudian mengatakan (karna sangat bahagia); ya Allah engkau adalah hambaku dan aku adalah tuhanMu, salah berucap karna sangat berbahagia.”
Inilah beberapa hadits yang menerangkan tentang perintah dan balasan bagi orang orang yang mau kembali kepada Allah dengan tulus dan ikhlas. Setelah mengetahui perintah untuk kembali dan bertaubat kepada Allah serta imbalan yang diberikan oleh Allah ta'aalaa, maka yang perlu di perhatikan ialah syarat di terimanya taubat itu sendiri. Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi oleh seseorang yang mau kembali kepada Allah dengan sungguh sungguh. Dan para ulama telah menjelaskan bahwasanya taubat memiliki tiga syarat ialah;
- Menyesali perbuatan yang telah berlalu dengan sungguh sungguh,
- Berlepas diri dari perbuatan yang telah berlalu,
- Berazm (bertekat) kuat untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi.
Tiga syarat ini terkumpul dan di hadirkan ketika melakukan taubat, dan pada haru itu juga ia menyesali perbuatan, berlepas diri darinya, dan bertekat kuat untuk tidak mengulanginya lagi. Pada waktu itu ia kembali beribadah kepada Allah yang telah menciftakannya. Dan inilah hakikat bertaubat dan kembali kepada Allah ta'aalaa.
Adapun tanda taubat yang nashuha itu ialah;
- Bergaul bersama orang orang solih dan menjauhi teman yang tidak baik,
- Menjadi lebih baik setelah bertaubat dari pada sebelumnya,
- Menjauhkan diri dari segala macam dosa dan melakukan ketaatan,
- Berpaling dari dunia dengan hati dan mencari kebahagiaan akhirat.
Inilah beberapa tanda taubat nashuha yang bisa kami sebutkan dan masih ada lagi tanda tanda yang lainnya. Semoga Allah menerima taubat kita semua dan selalu di jaga dari segala macam penyimpangan serta dosa dan kesalahan. Mudah mudahan kita semua tetap di berikan hidayah untuk selalu berusaha meniti jalan Rosululloh sallallohu a'alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia. [dikutip dari kitab ibnu taimiyah “at taubah wal istigfar” dengan beberapa tambahan]





Tidak ada komentar :
Speak Your Mind: